morning of the (supposed to be) glorious life

8:19 PM

chapter 8 : did you change yourself or did live change you?

"in the arms of the night i will surrender.
for what will i dream it doesn't matter.
as long as when i wake up everything will be better.
amen."



"Kamu berubah?"
Tanya seorang teman.
"Ya," jawab saya mantap. "Karena hidup juga berubah," tambah saya.


O
brolan kami singkat. Tapi karenanya saya jadi tahu kalau saya, tidak sendiri. Maksudnya, hal yang saya obrolkan dengan dia bukan masalah alien. Sesuatu yang sangat wajar, hanya, saya kali pertama ini mengalaminya.

Yang dia katakan malam itu, masuk akal. Saya pun sempat berfikir begitu. Pada intinya untuk mengatasi masalah manusia harus berkomunikasi. Dan kami, punya alasan masing-masing mengapa belum pula mengatasi ini dengan baik.

Saya merasa, saya tahu bagaimana akhirnya. Saya tidak ingin melewati prosesnya. Dan itu, membuat saya gagal sebagai lulusan fakultas komunikasi.

Malam itu juga, kali pertama saya mengaku, kalau saya berubah. Sejak dulu saya bukan tipe muluk-muluk, saya pikir saya cukup realistis. Idealisme saya enggak ala Disney. Lebih sederhana, tapi tidak apa adanya. Saya punya banyak impian, walaupun sekarang tampak tidak masuk akal, tapi saya pikir, harus saya coba wujudkan, sebelum mati.

Dan saya berubah. Saya lebih berani menegaskan kalau hanya saya yang bisa menolong dan menyabotase diri saya sendiri. And stop acting like a vulnerable victim. I will stand up for myself, coz in this life, the only one who can help me, is ME.

You Might Also Like

3 comments

recent posts

Dear you,

Be a Creator, Today!

Be a Creator, Today!
Click at the Image to know how you can earn money from writing!

Google+ Followers

Subscribe