minor*

3:53 PM


"buat kekurangan jadi kelebihan," katanya.

***

Lupa saya, kapan tepatnya saya dengar kalimat itu. Dan kapan saya mulai memercayai sampai menerapkannya. Bukan sok positif, memang enggak ada pilihan lain, selain menerima kekurangan dan bersahabat dengannya.

Tapi ada satu hal yang saya ingat. Lepas dari kekurangan yang saya miliki, lepas dari keinginan saya ingin diterima, saya suka merasa berbeda. Kadang menjadi beda itu berat, karena orang lain seperti enggak mau (bisa) mengerti. Tapi, saya menikmatinya, semacam bitter sweet situation. Sampai akhirnya saya biasa. Saya terbiasa orang lain enggak paham, saya terbiasa orang lain punya pendapat yang berbeda. Dan buat saya, itu wajar. Saya pikir itu baik untuk saya, untuk semua orang.

Tapi ternyata, setelah melihat orang yang berperilaku seperti saya itu, yang merasa tidak dimengerti, yang merasa paling beda dari semuanya, merasa paling aneh di dunia, saya merasa jengah. Dengan mereka yang melabeli dirinya beda, mereka yang merasa dunia luar itu biasa, pasaran, buruk, enggak keren.

Ternyata, jika kita tidak hati-hati, kekurangan kita bisa jadi bumerang, menjadi kelebihan yang berlebih. Membanggakan kekurangan bagi saya berlebihan. Menangisinya sampai tidak bisa berbuat apa-apa juga berlebihan. Dan itu, saya rasa, tidak baik buat saya. Terserah kalau orang-orang itu, yang merasa, dirinya, "minor".


out of the box is overrated.
when everybody standing out side,
who'll left to see everything from inside?



*minor: not very large, importand, or serious (oxford advance learner's dictionary 8th edition)
**pada mu (dan kalian), saya belajar lebih bijak (semoga, niatnya sih begitu) hehe.

You Might Also Like

4 comments

recent posts

Dear you,

Be a Creator, Today!

Be a Creator, Today!
Click at the Image to know how you can earn money from writing!

Google+ Followers

Subscribe