Setahun


"any man can be a father,
but it takes a special person
to be a dad"


Kalau kamu tanya apalah yang bisa terjadi dalam setahun, dia akan diam saja tak banyak berkata. Mulutnya akan menyunggingkan senyum paksa, matanya akan lari dari tangkapan matamu, dan dia akan diam tak banyak berkata.

Seringkali dia diam bukan karena tidak tahu mau menjawab apa. Tapi karena dia tahu apapun jawabannya tidak akan kau terima dengan baik. Dan apapun jawabannya, kamu pasti akan berpendapat dia yang salah, selalu dia yang salah.

Semua kesalahan yang bisa seorang lelaki buat, kamu lihat ada padanya. Setiap hari dia membaur di dalamnya. Dan entah dia sadar atau tidak, tapi karenanya kamu membencinya. Karena semua perilakunya, semua kata-katanya, semua kebohongan, dan semua akibat yang kamu terima sekarang karena perbuatannya di masa lalu.

Darinya kamu belajar, apalah artinya ketika seorang lelaki berkata dia "bersedia" menanggung orang lain dalam hidupnya. Apalah tanggung jawab sebuah panggilan sederhana, "ayah". Darinya pula kamu sadar kalau tidak semua laki-laki bisa melakukannya atau memenuhinya. Sayangnya, kamu pikir, banyak yang tidak memikirkan hal ini baik-baik. Atau sudah, tapi di akhir mereka hanya berkata manusia memang gudang kesalahan.

Dan kamu sering tidak mengerti harus berbuat apa lagi. Ketika dia mulai menutup diri, ketika dia tidak lagi membuka telinga, ketika dia berbuat sesukanya, ketika dia di matamu kehilangan sama sekali nilai sebagai kepala keluarga, panutan, dan lahan belajarmu.

Anak perempuan belajar tentang lelaki dari ayahnya, pepatah bilang. Maka celakalah semua lelaki di dunia, pikirmu. Maka celakalah dirimu, pikirmu. Dan dalam setahun saja, kamu bisa melihat jelas, bagaimana sebuah pilihan kecil yang seseorang buat bisa merusak hidup banyak orang. Dan dalam setahun saja, harapan dalam hidupmu begitu saja meredup. Dan dalam setahun saja, semua yang kamu pelajari sejak kelas dua SMA sampai pada puncaknya.

Ketika doa mereka yang beriman saja tak didengar, apalagi doamu, kamu pikir. Sementara tak ada satu hal pun yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya. Dan tak ada seorang pun yang mau membantumu untuk memperbaikinya. Dan kamupun mulai tak yakin ada yang bisa diperbaiki. Akhirnya, kamu hanya akan lari. Lari dalam keseharian. Lari dalam kebencian. Dan lari dalam kerinduan pada Sam milik Lucy, pada Marlin milik Nemo, dan pada Adam milik Max.


Comments

Post a Comment