Tes IELTS, Mending Les Dulu Atau Enggak? Kalau Mau Les di Jakarta, Mendingan di Mana?

1:51 PM


Kalau banyak waktu dan biaya, langsung aja les dulu supaya lebih percaya diri dan enggak menyesal kalau hasil tes IELTS-nya kurang bagus. At least udah berusaha sekuat tenaga. Masalahnya, waktu dan dana terbatas, pengen dapat band yang cukup, tapi ada perasaan enggak pede karena belum pernah ikut tes sebelumnya. Masalah banget. Iya, saya paham.

Buat deadliners yang lagi ngejar mau daftar universitas, beasiswa, atau keperluan lainnya mepet-mepet ke tanggal ditutupnya lamaran, waktu jadi isu besar. Soalnya Les IELTS preparation ada macam-macam, dari seminggu sampai empat bulan. Buat yang dana terbatas tentunya biaya jadi kendala juga, selain harga lesnya juga ongkos menuju tempat les. Belum lagi bayar biaya tesnya nanti, belum kalau band yang didapatkan enggak sesuai dengan yang kita mau. Fiyuh.

Setelah galau sekian minggu, saya akhirnya memutuskan untuk les terlebih dahulu. Karena saya berharap sekali tes IELTS saya langsung mendapatkan band yang sama mau. Ketika itu saya mau apply ke universitas yang meminta band 6.5-7, jadi lumayan juga pressure-nya sebagai orang yang belum pernah tes. Mahal sih, tapi mikirnya gini, kalau langsung tes lalu gagal kan harus tes ulang biayanya mahal juga. Jadi mendingan les dulu aja.

Beberapa tempat les IELTS yang sempat saya browse adalah:

UI Salemba

Durasi: 13 minggu
Harga: Rp1,65 juta
Ini saran dari teman, soalnya murah, tapi durasi lesnya panjang da nada beberapa level. Kita akan dites dulu masuk level mana, ada tiga level. Kalau ternyata level satu, wasalam. Belajarnya di UI Salemba, sebelah RSCM di jam sepulang kantor, mulai jam 7 malam dua kali seminggu dan satu pertemuan di Sabtu siang. Pengajarnya para dosen UI walau enggak native speaker tapi they are really good at their job. Ribetnya lagi, mereka suka enggak ngangkat telepon dan enggak bisa apply online, harus banget datang ke loket di Salemba di jam kerja. Sip.


IALF

Durasi: 2-8 minggu
Harga: Rp2,8 – Rp4,8 juta
Web: ialf.edu
Tadinya pengen les di sini karena ada beberapa blog yang merekomendasikan, tapi selain harganya mahal, durasinya juga panjang. Buat yang lagi nganggur sih enak bisa intensif selesai dua minggu tapi buat yang sepulang kerja bisa sampai 8 minggu termasuk kelas di weekend. Harganya tergantung kemampuan bahasa kita ketika tes masuk, Rp2,8 juta buat yang high level atau pernah tes IELTS dapat band 5 dan mau mempertinggi band. Yang Rp4 jutaan buat yang pre intermediate level. Juga kalau dari tempat tinggal saya, itungannya jauh dan jalur ke Kuningan ini adalah bagian daripada ‘hell on earth’ macetnya. Kayaknya enggak akan kekejar dan takutnya tenaga habis di jalan. Soalnya bukan mau nongkrong, kan mau belajar.


Sun Education

Durasi: 2 bulan atau kurang
Harga: Rp5 juta
Hampir banget les di sini soalnya deket banget dari tempat tinggal, Gojek paling lima menit. Tapi ketika nelepon, harganya bikin ciut. Dia harganya lebih mahal karena durasi lumayan pendek, kelas kecil maksimal 10 orang, jam les bisa pilih sendiri, ada entry test gratis buat pedoman pengajarnya, dan ada simulasi tes IELTS juga. Tapi kalau enggak salah pengajarnya bukan native speaker. Jadi kayak intensive class dengan tutor gitu, enak sih, tapi saya masih ragu mau mengeluarkan uang sebesar itu.


IDP

Durasi: 1 minggu
Harga: Rp1,3 juta
Web: idp.com
Akhirnya saya tanya sama teman saya yang pernah tes IELTS juga. Dia katanya enggak ikut les tapi cuma ikutan workshop IELTS preparation di IDP. Cuma seminggu, kelas kecil enggak sampai 10 orang, dengan pengajar native speaker. Kalau dipikir-pikir mahal juga karena durasinya pendek tapi karena masih terjangkau dari segi harga dan lokasi (saya ikutan yang di Pondok Indah, ada juga di Kuningan) akhirnya saya ikutan di sini. Informasi di webnya kurang lengkap soal workshop ini mendingan langsung ditelepon.

Kaplan
Durasi: 3 bulan
Harga:
Web: kaplan-jkt.com
Pengalaman seorang teman yang les di Kaplan BSD, yang memilih les di sini karena teman-teman adiknya banyak yang les di sana bahkan sejak masih SMA. Waktu belajarnya 3 bulan, sebulannya kalau enggak salah 16 jam. Selain belajar, ada 4x prediction test, pertama kali pas kita daftar lalu 3x lainnya ketika masa belajar. Pengajarnya juga native speaker. Mereka memberikan trik menjawab tiap section test IELTS. Seperti bagaimana formula mengerjakan tes writing, tes speaking harus ngomongnya gimana, dan cara menjawab soal tertentu.


Tes IELTS
Durasi: 1-2 hari
Hasil: 2 minggu
Biaya Rp2,8 juta


Setelah les, tibalas saatnya tes. Saya daftar tes sekitar dua minggu setelah workshop. Selama menunggu saya banyak latihan soal memakai bahan yang diberikan pengajar di IDP. Saya juga latihan thinking and speaking in English setiap hari. Saya minta dua teman yang chat on daily basis untuk chat only in English. Kalau nonton TV atau film tanpa subtitle sih memang sudah biasa tapi pengajar juga menganjurkan ini. Selain baca artikel, saya juga baca buku berbahasa Inggris, buku puisi, sih, hahahaha.

Saya daftar di British Council, di IDP sebenarnya juga bisa tapi karena saya pengennya ke UK ya kenapa enggak British Council sekalian, ya kan? Iyain aja, please. Setelah apply online, transfer biayanya sekitar Rp2,8 juta (tergantung kurs saat daftar) lalu dapat email nomor peserta, jadwal, dan lokasinya.

Mereka juga ngasih materi belajar gratis buat yang udah apply, tapi karena saya udah enggak keburu, enggak sempat belajar dari materi mereka. Padahal lumayan, buat yang enggak les bisa juga pakai metode ini sih, daftar agak jauh tanggal tesnya lalu maksimalin bahan persiapan dari mereka aja.

Jadwal tes IELTS pasti Sabtu dari pagi sampai sore atau malah bisa jadi tes speakingnya di hari Minggu. Jam 7 pagi udah naik Gojek ke Hotel Akmani Sabang dan stand by untuk ikutan tes di jam 7.45 WIB. Sebelum tes kita diminta menyimpan semua barang (hanya membawa diri dan paspor karena KTP saya ilang), melalui body check, dan foto. Lalu masuk ruangan di mana kita semua enggak boleh bersuara sampai semua peserta duduk rapi. Pakai jaket atau baju agak tebel, dingin!


Tes dimulai dengan listening, reading, dan writing. Lalu kita diperbolehkan keluar ruangan dan menunggu tes speaking sesuai waktu yang kita dapat. Kalau dapatnya Minggu ya pulang aja. Saya kebetulan di hari yang sama tapi sore, jam 4. Dan setelah melalui semuanya, saya sempat muntah di toilet Bakmi GM dekat Sarinah, ha-ha-ha. **Njir, cupu banget! Enggak tahu masuk angin atau emang shocked ngerjain soal sebegitunya. Tapi setelah itu baik-baik aja, kok. Nanti akan bikin tips and trik ngerjain tes IELTS tapi di postingan selanjutnya, yes!

FYI, buat yang mau apply beasiswa LPDP dan penasaran apa aja syarat-syaratnya dan bakal ngabisi uang berapa, bisa baca postingan saya yang satu ini, klik aja.

You Might Also Like

0 comments

recent posts

Dear you,

Be a Creator, Today!

Be a Creator, Today!
Click at the Image to know how you can earn money from writing!

Google+ Followers

Subscribe