Pengalaman Perempuan Banyak Maunya, Pasang Bulu Mata Palsu alias Eyelash Extensions di Beberapa Salon di Jakarta

2:40 PM


"Aging is a fact of life. Looking your age is not." Someone on internet.

Semalas-malasnya perempuan, pasti melakukan upaya sekecil apa pun itu untuk terlihat decent. Saya misalnya, malas melakukan perawatan dan enggak suka (baca: enggak bisa juga) pakai makeup lengkap. Tapi, pengen kelihatan decent, supaya kemalasannya ini jangan kelihatan banget lah. Makanya penasaran nyobain eyelash extensions! Ha-ha-ha.

Tapi, karena baru mencoba pasang sebanyak dua kali saja dan di tempat yang sama, supaya blog post ini lebih informatif, saya tanya juga pengalaman beberapa teman yang pernah pasang juga dengan mengeluarkan sebagian daripada gaji bulanannya, bukan yang di-endorse. Siapa tahu kamu juga mau coba, atau jadi bahan pertimbangan buat coba pasang atau malah enggak.

So, gimana sih pengalaman pasang bulu mata alias eyelash extensions di beberapa salon di Jakarta ini?

Pengalaman saya
Sebelum pasang. Bulu mata saya memang lumayan panjang sih
tapi kalau enggak pakai eyeliner enggak kelihatan.
Bisa dilihat di foto ini saya pakai eyeliner, cc cream, bedak, blush, dan lipstick.
Pertama kali pasang. Ini difoto candid dan enggak pakai eyeliner.
Bahkan enggak pakai bedak, cuci muka, toner, sama moisturizer aja.

Kali kedua pasang, sepulang shalat Ied.
Sama sekali enggak dandan, cuci muka doang.

Lokasi: Metro Park Residence Kedoya & Apartemen Mediterania Grogol
Harga: Rp200K- Rp450K

Alasan: Karena tinggal ngesot, salonnya ada di apartemen tempat saya tinggal. Browsing di Instagram, melihat hasilnya juga lumayan oke. Juga setelah lihat teman-teman di kantor yang udah pasang duluan, saya merasa ini kalau gagal bisa banget dibenerin tanpa major effect karena cuma ditempel, bukan ditanam apa lagi ditato.

Proses pengerjaan
Karena weekend biasanya full, saya bikin janji di hari biasa, jam 8 pagi. Waktu pengerjaan sekitar 1,5 jam. Sama sekali enggak sakit, pedih, pegal atau semacamnya. Ketika pertama kali buka mata agak pedih karena lem tapi setelah beberapa detik hilang. Paling bosan aja sih 1,5 jam enggak bisa ngapa-ngapain tapi enggak bisa tidur juga.

Sejak awal saya pesan sama mbaknya saya enggak mau kelihatan kayak dandan banget apa lagi kayak boneka, saya mau yang natural. Mbaknya menyarankan bulu mata yang Rp450K, lebih tipis dan hasil akhirnya lebih natural. Sementara yang lebih murah sebenarnya lebih ‘jedar’ lebih tebal dan curly, pas banget buat yang suka makeup lengkap atau yang biasa pakai bulu mata palsu. Me? Sepalsu-palsunya, saya tetep pengen kelihatan natural. Elah!

Lalu saya juga kan pakai kacamata jadi mau bulu matanya enggak nabrak atau jadi kayak hiasan kacamata, nya-ha-ha, persoalan. Sehingga setelah selesai dipasang beberapa helai bulu mata harus dilepas dan disesuaikan lagi karena buat saya terlalu ‘menor’ dan mbaknya ngerti, dengan ramah dia mau menyesuaikannya lagi. Lalu ketika ada bulu mata yang mencuat atau keliatan weird aja ya saya minta lepas juga. Enggak sakit kok dilepasnya, enggak dicabut paksa gitu, santai aja.

*Notes: Semua teman yang saya tanya untuk blog post ini juga sepakat kalau proses pemasangan ini sama sekali enggak sakit. Pertanyaan pertama biasanya ini soalnya.

Mau pasang lagi?
Pertama kali pasang, murni iseng. Kali kedua pasang belum lama ini, menjelang lebaran supaya kelihatan ‘lebih dewasa’ biar enggak disangka anak kuliah terus, ha-ha-ha. Sebenernya saya suka sekali efek eyelash extensions ini, saya kelihatan lebih segar bahkan sesaat setelah bangun tidur. Pun enggak pegel di mata, ya biasa aja sih. Saya juga jadi enggak pakai eyeliner sama sekali, malah karena sejak Mei lagi jerawatan dan enggak boleh pakai apa-apa, saya bedak aja enggak pakai. Tapi….

*Notes: Semua teman yang saya tanya untuk blog post ini juga sepakat suka efeknya di wajah dan 6 dari & mengaku pengen pasang lagi. 

Keluhannya
Selain berat di ongkos, ada aja sih enggak nyamannya. Bulu mata palsu ini hanya bertahan selama (paling lama) satu bulan. Secara bertahap dia akan lepas sehelai demi sehelai. Sebenarnya kita bisa maintain dengan seminggu sekali touch up ke salonnya dengan biaya Rp100K-Rp200K.

Lalu soal mild discomfort-nya juga soal bulu mata yang rontok, setiap kali bulu mata palsu ini lepas, dia membawa bulu mata asli kita bersamanya. Karena dia kan ditempelkan ke bulu mata asli kita. Ada teman yang sampai rontoknya banyak karena bulu mata aslinya enggak kuat. Tapi saya dan beberapa teman sih enggak segitunya rontoknya. Walaupun demikian, saya tetap memakai serum penumbuh bulu mata setiap kali setelah semua bulu mata palsunya rontok.

Gini kalau rontok,
di antara bulu mata palsu yang panjang ini terselip bulu mata asli aku, hiks.
Sedih sih tiap liat dia rontok.

Hal lain adalah soal perawatan si bulu mata palsu ini:
  • Kita enggak disarankan pakai pembersih wajah berbasis minyak karena bisa merusak lem bulu mata. Simpen dulu aja cleansing oil-nya, sister.
  • Uap panas ketika mandi air panas bisa mempercepat kerontokan eyelash extensions ini. Ini sih selalu saya langgar, ha-ha-ha.
  • Juga jangan sering-sering kena angin kalau naik motor, pakai helm full face atau half face dengan kaca penutup muka. Pakai kaca mata aja enggak cukup, yah kalau naik motor.
  • Posisi tidur dan kebiasaan mengucek mata juga bisa merusak sususan bulu mata palsu ini. Dia jadi geser atau salah arah (*duh).
  • Kudu hati-hati dan disisir pakai sisir khusus, kalau mau rapi terus.

*Notes: Semua teman yang saya tanya untuk blog post ini juga sepakat kalau berat di ongkos! Sementara discomfort lainnya dianggap minor oleh 6 dari 7 orang, jika dibandingkan efeknya di wajah.


Mari baca pengalaman teman-teman saya!


Pengalaman Audrey
Setelah pakai, no eyeliner.
close up ke eyelash.
Nama salon: Dewi Nails & Beauty
Lokasi: ITC Kuningan
Harga: Rp250K
Alasan: Karena murah dan rekomendasi teman.

Hasilnya
Awal-awalnya sih puas, cuma seminggu kemudian, lemnya udah ada yang pecah-pecah, jadi aku musti retouch. Agak kecewa sih, tapi kalau lihat harganya, ya... apa mau dikata. Karena baru pertama kali nyoba, jadi penginnya yang murah-murah aja, sih. Oh iya, kalau aku sih cuma tahan sampe 3 minggu, ya. Lemnya udah pecah amburadul dan akhirnya karena greget, aku cabutin sendiri.

Mau pasang lagi?
Mau, sih, tapi mungkin di tempat yang berbeda. Karena sebenernya penasaran harusnya tahan sampe berapa lama dan memang kalau udah extension itu hasilnya bagus sih.


Pengalaman Trinzi
Foto before eyelash extensions, memakai eyeliner.
Foto after, tanpa eyeliner dan mascara.
Bersama rambut rose-gold-nya!
Nama salon: Toni n Guy
Lokasi: Kota Casablanca Mall (Kokas)
Harga: Kisaran Rp550K (sebelum diskon).
Alasan: Karena lagi ada promo 40%

Hasilnya
Puas. Karena mbaknya (lupa namanya siapa) telaten banget. Dan hasilnya juga tahan lama, sekitar sebulan lah. Terus terlihat alami. Setelah pasang udah enggak usah pakai eyeliner atau mascara lagi.  Kalau pakai eyeliner ribet bersihinnya dan si mbak salonnya juga bilang jangan pakai mascara, berpotensi cepet rontok . Jadinya paling disisir pakai kuas supaya rapi.                                                                

Mau pasang lagi?
Antara mau, enggak mau, sih. Problemnya karena aku pakai kacamata. Jadi eyelash extensionnya suka enggak keliatan juga. He-he-he. Dan walaupun ada bulu mata yang rontok tapi enggak banyak, kok.


Pengalaman Natasha
Sebelum pakai eyelash extensions, tapi pakai tilaka.
Karena lagi ada perayaan Diwali di kantornya.
Bosnya orang India~
Setelah pakai, tanpa eyeliner.
Itu yang di belakangnya itu pacarnya,
enggak pasang eyelash extensions dan enggak pakai eyeliner.
Nama salon: Dewi Nails & Beauty
Lokasi: ITC Kuningan
Harga: Rp250K
Alasan: Harga sesuai kantong, rekomendasi teman, dekat dari kantor.

Hasilnya
Dengan harga segitu, puas. Lumayan tahan lama juga, 3-4 minggu. Tapi, hasil di mata aku dan Audrey beda padahal di salon yang sama dan barengan, tapi mbaknya beda. Aku bingung sih kenapa bisa beda hasilnya. Kalau aku sih, puas ya. Ba-ha-ha. Paling... aku belum terbiasa sama lemnya yang bikin mata perih pas baru selesai pengerjaan. Aku tanya teman-teman aku yang mencoba pasang bulu mata palsu di tempat lain, mereka juga begitu.

Mau pasang lagi?
Mau! Awalnya sih cuman mau nyoba-nyoba aja biar enggak penasaran. Eh... setelah coba dan suka sama hasilnya, nampaknya akan mencoba lagi pasang bulu mata. Mata sipit aku terlihat lebih berisi. Enggak perlu effort dandan bagian mata juga jadinya kalau untuk daily look. Mungkin enggak di tempat yang sama. Mau coba-coba juga di tempat lain.


Btw, untuk ketiga teman saya ini enggak menyertakan foto, enggak apa-apa yah, geng. Masak saya mau maksa, kan? :P


Pengalaman Maudy
Nama eyelash specialist: Lavanya Aesthetic Clinic
Lokasi: Bukan salon, kita bisa bikin janji, by request.
Harga: Rp350K
Alasan: Rekomendasi temen danngeliat hasilnya di kakak yang hasilnya bagus banget dan tahan lama, sampai 1 bulan lebih tanpa harus re-touch.

Hasilnya
Overall puas bgt karena emang kebukti tahan lama dan karena hasil akhirnya natural banget, sesuai request aku. Biasanya kalau di salon-salon walaupun request natural tapi tetap terlihat seperti ditanem.

Mau pasang lagi?
Mau banget, karena emang kebukti tahan lama, natural dan enggak perlu capek-capek pakai mascara lagi.


Pengalaman Marieska
Nama salon: BrowHaus
Lokasi: Senayan City Mall (Sency)
Harga: Rp600K
Alasannya: Langganan beresin eyebrow
Hasilnya: Suka sama efeknya di muka, oke! Pengerjaannya rapi dan enggak bikin iritasi.

Mau pasang lagi?
Enggak. Karena biayanya lumayan memberatkan. Belum lagi menjaga kerapihan eyelash extension-nya yang ribet. Kadang masih buru-buru kalau lagi membersihkan muka dan posisi tidur yang bikin bulu matanya cepet rontok. Karena seminggu setelah pasang sempat naik motor, bulu matanya kelihatan enggak rapi, aku free retouch, lalu kelihatan bagus selama another dua minggu. Tapi kemudian mulai bergeser-geser lagi. Suka hasilnya di muka tapi enggak suka endingnya, karena akhirnya bulu mata aku banyak banget yang rontok, tinggal yang kecil-kecilnya sehingga harus pakai serum perawatan untuk numbuhin, yang mana biaya lagi. Jadi lebih baik enggak usah pasang lagi.


Pengalaman Inca
Selama 4 tahun terakhir, Inca rutin memakai eyelash extension dan mencoba beberapa salon. Pengalamannya jadi banyak, nih!

Nama Salon: Dandelion
Lokasi: Jl. Metro Pondok Indah
Harga: Rp600K
Alasannya: Penasaran karena banyak selebgram yang pasang di sini
Hasilnya: Bagus sih. Pilihan bulunya, model, ketebalan, dan panjangnya juga macem-macem. Bulunya lembut banget kayak bulu mata asli. Pemasangan rapi. Tapi mahal aja.
Mau pasang lagi? Mau, tapi enggak di sini lagi karena overpriced.

Nama Salon: Lashology
Lokasi: Sunrise Garden, Meruya – Jakbar
Harga: Rp300K
Alasannya: Ajakan temen karena lihat di IG 
Hasilnya: Bagus! Yang masangin juga owner-nya langsung (bisa milih sih, dan ngaruh ke harga). Kualitas bulu matanya juga enggak kalah halus dan natural sama Dandelion, tapi dengan harga setengahnya.
Mau pasang lagi? Mau, tapi suka concern sama lokasinya yang lumayan jauh (males banget ke kawasan Jakarta Barat). Jangan bayangin salon fancy ya, ini tempat pengerjaannya di dalam rumah gitu, he-he-he.

Nama Salon: Gorjes Salon
Lokasi: Pacific Place
Harga: Rp250K
Alasannya: Dulu banget pas belum banyak salon khusus bulu mata, pasang di sini karena deket kantor. 
Hasilnya: Manglingin banget tapi bulu matanya keras dan tajem, enggak keliatan natural. Pemasangannya enggak sesuai prosedur eyelashes extension yang seharusnya (1 bulu mata dikeroyok banyak bulu, dan nempelnya di pinggir kelopak mata). Alhasil, kalau udah pada copot bulu mata palsunya, jadi rada botak bulu mata aslinya, hu-hu-hu.
Mau pasang lagi? Mau tapi bukan di sini

Nama Salon: Tokyo Belle 
Lokasi: Ada banyak tapi baru nyobain yang di Panglima Polim (deket Fatmawati)
Harga: Rp1.250.000
Alasannya: So far ini harga termahal yang pernah dicoba ha-ha-ha. Kaget juga harganya segitu pas sampe tempatnya. Dateng ke sini karena waktu itu urgent mau lebaran dan semua tempat pada full booked, dan nyoba telepon ke sini masih ada slot yang kosong. Untungnya pas nyoba di situ harganya lagi promo jadi Rp600K.
Hasil: Biasa aja. Bulunya tajem dan enggak lembut. Pemasangan kurang rapi. Tapi tempatnya enak.

Nama Salon: Onnie Studio – punya Istrinya Joe Taslim
Lokasi: Gandaria City, Dharmawangsa, Plaza Indonesia, Pluit
Harga: start from Rp300K (tergantung mau dipasang sama level senior atau bukan)
Alasannya: Rekomendasi temen kantor
Hasilnya: Bagus. Cepet dan rapi juga. Bulunya juga halus bukan yang tajem-tajem gitu. Lokasinya juga banyak. Jadi so far ini jadi tempat rutin buat pasang eyelashes extension.

Seperti pada produk atau tindakan kecantikan lainnya, hasil selalu berbeda di tiap orang. Tapi kalau melihat resikonya (dibanding sulam alis misalnya), kalau kata saya sih, kalau memang pengen, cobain aja sekali. Kalau suka bisa diulang, kalau enggak suka ya udah jangan pasang lagi. Fear not, sister. 

You Might Also Like

0 comments

recent posts

Dear you,

Be a Creator, Today!

Be a Creator, Today!
Click at the Image to know how you can earn money from writing!

Google+ Followers

Subscribe