juli di taman kota

5:52 PM

"dua mata hitam
adalah matahati yang biru

dua mata hitam
sangat kenal bahasa rindu

rindu
bukanlah milik perempuan melulu

dan keduanya sama tahu
dan keduanya tanpa malu
dua mata hitam terbenam
di daging yang wangi

kecantikan tanpa sutra,
tanpa pelangi

dua mata hitam
adalah rumah temaram,

secangkir kopi sore hari,
dan kenangan yang terpendam."
-mata hitam


saya tidak ingat kapan terakhir kali saya duduk di taman. tapi saya ingat baru minggu kemarin saya mengagumi pohon dengan batang yang kecil namun memiliki ranting yang menjulang panjang. sayangnya, dia berada tepat di depan sebuah mall. bukan di taman, seperti kemarin.

iya, kemarin. saya sempatkan kita untuk duduk sebentar di sana. tidak ada agenda. membunuh waktu saja. karena saya jengah dengan pusat perbelanjaan, dengan kendaraan, dan dengan gedung-gedung menjulang.

lalu terdengarlah bunyi-bunyian itu. mulai saja pikiran saya kembali membunyikan keluh, kesal. "senangnya jadi anak SMA," pikir saya. melantur lewat kata-kata, sepertinya kamu juga dengar. anak-anak itu berlatih marching band di taman ini. bahakan beberapa memakai seragam sekolah. rajin sekali, di hari minggu.

lalu saya palingkan perhatian. pada setumpuk daun kering di sekitar. tangan saya mulai bergerak tidak mau diam. membentuknya menjadi semacam kolase, bebungaan. buat saya, hasil karya saya itu layak didokumentasikan, lalu saya potret dengan kameran ponsel seadanya.

kamu juga iseng, mulai ikut memotret. saya pikir sudah saatnya, saya keluarkan bekal yang pagi kemarin saya siapkan. tiga buah burger kampung yang akhir-akhir ini kita suka makan. kali ini, saya tancapkan sebatang lilin. lilin yang tahun lalu juga saya nyalakan di bulan juli. iya, masih saya simpan.

lalu saya suruh kamu meniupnya. saya juga potret si bekal. sayangnya bukan ketika kamu meniup lilinnya. karena banyak angin, kamu harus buru-buru. saya keluarkan juga sebuah bungkusan kuning. saya bungkus seadanya. di dalamnya saya letakkan sebuah buku. isinya tulisan-tulisan penyair terkenal yang belum lama ini meninggal.

saya minta kamu bacakan, beberapa judul. saya takjub. tidak heran dia sangat disanjung. saya betul-betul baru menyimak karyanya. mata hitam, kesukaan saya. lalu kita berdua sadar.

kapan, terakhir kali kita menulis puisi?

You Might Also Like

10 comments

recent posts

Dear you,

Be a Creator, Today!

Be a Creator, Today!
Click at the Image to know how you can earn money from writing!

Google+ Followers

Subscribe